Temuan ‘Partikel Tuhan’ oleh CERN-- Organisasi Eropa untuk Penelitian
Nuklir--menghebohkan dunia pekan ini. Orang awam pun bertanya-tanya apa
hubungan fisika, partikel dan Tuhan?
Setelah sekitar 48 tahun dianggap sebagai sebuah hipotesis, sekelompok
ilmuwan tergabung dalam Organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir (CERN)
berhasil menemukan partikel yang dianggap konsisten dengan partikel
Higgs Boson dan diumumkan 4 Juli lalu. Partikel baru yang ditemukan tim
ATLAS dan CMS itu memiliki massa sekitar 125-126 GeV (Gigaelectronic
Volts, atau satuan energi setara miliaran electron volts).
Meski mengakui ini adalah temuan awal, tapi Juru Bicara CMS, Joe
Incandela, mengatakan temuan ini memiliki hasil signifikan. "Ini jelas
partikel baru. Kami tahu ini kemungkinan adalah Boson, dan ini adalah
Boson terberat yang pernah ditemui," ucap Incandela.
Tapi apa sebenarnya Higgs Boson?
Higgs Boson adalah partikel hipotesis yang mengisi massa menjadi materi.
Partikel ini dianggap sangat penting, sebab dianggap bisa melengkapi
bahkan menyempurnakan teori dentuman besar (big bang) dalam proses
terbentuknya alam semesta.
Berdasarkan teori itu, setelah terjadi dentuman besar, maka semesta yang
sangat panas terisi oleh hamparan partikel. Higgs Boson disebut
berperan untuk mengisi atau memberi massa untuk sejumlah partikel dasar,
hingga terbentuk menjadi materi.
Berdasarkan teori yang dicetuskan ilmuwan Inggris Peter Higgs, terdapat
medan (kemudian dinamakan medan Higgs) yang berinteraksi dengan
partikel-partikel kecil, dan terus beraktivitas hingga membentuk atom
atau bagian terkecil dari suatu materi.
Atom sendiri terdiri dari partikel subatom proton, elektron, dan
neutron. Sejak ditemukannya partikel quarks yang merupakan pembentuk
partikel subatom di tahun 1960an, kehadiran suatu partikel yang
memberikan massa ke partikel dasar pun semakin merasa dibutuhkan
'keberadaannya'.
Laboratorium Fermilab di Amerika Serikat yang bertahun-tahun mencari
Higgs Boson menjelaskan, tanpa adanya Higgs Boson, maka quarks tidak
akan terkombinasi membentuk proton atau neutron. Kemudian, proton dan
neutron pun tidak akan terkombinasi dengan elektron untuk membentuk
atom. Tanpa atom, maka molekul dan materi pun tidak akan terbentuk.
Analogi Selebriti
Penemuan Higgs Boson dianggap akan melengkapi model standar dalam fisika
partikel. Dalam model standar yang menjelaskan partikel yang menyusun
suatu materi, diketahui ada dua golongan partikel elementer, yaitu
fermion dan Boson.
Fermion terdiri dari quarks dan lepton. Sedangkan Boson terdiri dari
partikel elementer yang memiliki sejumlah gaya, seperti gaya
elektromagnetik (photon), gaya inti kuat (gluon), dan gaya inti lemah
(Boson W dan Z).
Tapi seperti apa cara Higgs Boson mengisi massa dan berinteraksi di medan Higgs?
Professor David Miller dari University College London memberikan analogi
sederhana. Di sebuah ruangan terdapat kumpulan kerumunan orang yang
sedang asik berbincang. Dalam analogi ini, ruangan itu adalah medan
Higgs yang berisi sekumpulan partikel.
Kemudian datang seorang selebriti terkenal. Kehadirannya sontak memiliki
pengaruh dalam interaksi di ruangan itu. Selebriti itu kemudian makin
dipadati kerumunan. Dalam analogi ini, tiap individu dalam kerumunan itu
berlaku seperti Higgs Boson, yang memberi massa terhadap suatu
partikel/selebriti.
Semakin kuat interaksi yang dilakukan, maka massa akan semakin berat
mengerumuni selebriti itu. Ini berarti interaksi Boson makin kuat, dan
ini pula yang kemudian mendorong terbentuknya suatu materi.
Partikel Tuhan?
Higgs Boson memang dianggap sebagai kepingan puzzle yang hilang untuk
menjelaskan terbentuknya materi. Atas perannya itu, Higgs Boson pun
kemudian mendapat julukan "Partikel Tuhan".
Tapi istilah ini sendiri berawal dari buku yang ditulis pemenang Nobel
bidang Fisika, Leon M. Lederman, yang berjudul The God Particle: If the
Universe is the Answer, What is the Question? Dalam buku terbitan 1993,
peneliti Fermilab itu mengaku memberi sebutan "Partikel Tuhan" sebab
partikel ini sangat utama dalam memahami ilmu fisika saat ini.
"Sangat krusial untuk memahami struktur materi, tapi begitu sulit untuk
ditemukan," ucap Lederman. "Lagipula", Lederman melanjutkan, "penerbit
tidak mungkin memberi judul buku ini 'Goddamn Particle'," ucap ilmuwan
yang memang dikenal humoris ini.
Meski begitu, banyak ilmuwan yang tidak suka dengan istilah "Partikel
Tuhan". Sebab, istilah ini dianggap mengecilkan peran Higgs Boson dalam
pembentukan materi.
Peter Higgs yang mengaku seorang atheis ini bahkan mengaku tidak suka
dengan istilah "Partikel Tuhan". "Sebab istilah ini bisa menyinggung
perasaan orang beragama," ucap Higgs.
Hasil penelitian CERN ini memang masih temuan awal. Secara aplikatif dan
praktis, memang temuan Higgs Boson ini belum bisa diterapkan, bahkan
hingga beberapa tahun ke depan.
"Langkah ke depan kami (CERN) adalah untuk memahami partikel secara
alamiah dan pentingnya dalam memahami semesta," kata Direktur Riset
CERN, Sergio Bertolucci.
Sejumlah ilmuwan memang menganggap temuan ini penting, bahkan
disejajarkan dengan penemuan Amerika oleh Christopher Columbus. Tapi,
temuan partikel yang konsisten dengan Higgs Boson ini diharap tidak
hanya berhenti dilakukan untuk melengkapi model standar dalam fisika
partikel. Karena banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam fisika
partikel, antara lain materi gelap atau partikel hipotesis penyebab
gravitasi yang bernama graviton.
Sumber : Artikel-artikel populer : http://www.fisikanet.lipi.go.id/



