Percakapan
dalam Cerita ini telah di rekayasa agar lebih menarik, tapi kisah dan kejadian
masih di ambil dari perjalanan cinta seorang lelaki yang mendambakan seorang bidadari jatuh di pelukannya, Apa bila ada kesamaan
karakter nama maupu kisahnya penulis mohon kritik dan saran dari pembaca yang
budiman.
Di
sebuah desa terpencil jauh dari hiruk
pikuk indahnya kota Bima, lahirlah seorang bayi laki-laki sebut saja Roy (Bukan
nama sebenarnya) Putra bungsu dari delapan bersaudara, Roy di lahirkan tepatnya
tanggal 24 Desember 26 tahun yang lalu, Dia anak yang lucu putih dan banyak di
senangi oleh tetangga dekat rumahnya, Roy merupakan sosok yang pendiam namun
menyimpan banyak potensi yang terpendam dalam drinya.
Enam
tahun berselang Roy pun tumbuh menjadi anak kecil yang tergolong cerdas dan
mulai bersekolah di sebuah Sekolah Dasar Negeri tepat di depan rumahnya,
walapun ketika Roy tumbuh menjadi seorang anak dia di hadapkan dengan sebuah
kenyataan Bahwa Bapaknya (Alm) mengalami stress( gila ). Walaupun demikian
Roy tetap menjalani hidup meskipun harus di bebani oleh ejekan teman2 sebayanya
karna Bapaknya gila Roy tetap bangga karena masih memiliki seorang Bapak.
Empat
tahun kemudian Roy pun mulai menyukai lawan jenis tepatnya kelas 5 SD Roy mulai
mnyukai Sebut saja Bunga (Bukan nama
sebenarnya).
Saat
itu masa tenang selesai ujian semester Roy mulai mengganggu bunga:
Roy
: De maci ja sarome nggomi bunga
eee,,,
Bunga
: Cowa ja eee,,,,, Sambil tersenyum malu, maklum Roy selain juara kelas dia
juga ganteng dan baik (hahahahaeee de berlebihan)
Roy
pun melanjutkan perkataan yang memang sudah di persiapkan dari semalam,
Roy : (dengan suara terputus-putus karena
gugup) Podana na Bunga eee, Jujur ke nggomi re ntika poda, wa,u wara cea mu
Bunga????? (Sambil berharap bunga menjawab Wati wara na)
Bunga : Aina nuntu cea labo da loa kone mu osa wowa
de,,,,, (sebenarnya dari sikap Bunga menunjukan kalau dia juga suka sama Roy).
Roy
: Nahu wati wara wowa ku bunga,, Kombi
wa,u wara cea mu ne??(dengan nada bertanya)
Bunga : Nahu wati ca,u ku ntau cea eee
Mendengar
jawaban bunga Roy pun mengurungkan niatnya menyatakan cinta sama Bunga, (Maklum
masih cinta Mongkey hahahahahahaha…..)
Sampai
Tamat SD pun cintanya Roy terpendam dalam hati, (sa,at ini Bunga sudah menikah
dan mempunyai Anak). Alaeee de iha la Royyyyy eeee….
Tiga
tahun telah berlalu Roy pun kembali menemukan Seorang yang ingin dia
bahagiakan. Siapakah Gerangan Seorang Hawa jaman sekaramg yang mampu menaklukan
hati Roy. Sebut saja Rani (bukan nama sebenarnya) Dia adik kelas Roy saat
bersekolah di salah satu SMP N di Kab. Bima kebetulan juga Rani adalah tetengga
dekat Roy karena sering ke sekolah sama-sama, Roy pun kembali jatuh cinta sama
Rani,,,, (cooocwiiittttt)
Ketika
jatuh cinta sama Rani, Roy merasakan sesuatu yang beda, setiap kali bertemu
pujaan hati, Roy selalu merasa Gemetar tidak bisa berbuat apa2, Roy pun mulai
mereka inilah Cinta Sejatiku. (Ngahapu
ra cinta mu re Roy eeeee hahaha..!) waktu demi waktu telah berlalu Roy pun
semakin yakin akan cintanya, Akhirnya dia menyusun rencana untuk menyatakan
cintanya sama rani tapi sayang Roy tidak punya keberanian untuk itu, Roy sempat
menulis surat cinta untuk Rani tapi tidak sempat di sampaikan. Kemudian surat
itu di baca oleh temannya sebut saja Dorus (masih bukan nama sebenarnya) dan di
berikan kepada Rani tanpa sepengetahuan Roy.
Semenjak
saat itu Rani mulai berubah entah karena gak suka sama Roy ataukah malu karena
suka sama Roy, hanya Allah Yang Maha Tau. Setiap ketemu Roy sang pujaan hati
selalu menghindar, Roy pun kembali gagal berpacaran dan merasakan sakitnya
cinta bertepuk sebelah tangan. (Made ra Roy eee hehehe)
Di bulan ramadhan tahun 2002, Roy kembali jatuh
cinta sama seorang cewek Lombok yang datang liburan di rumah neneknya di Bima
sebut saja Mawar (juga bukan nama sebenarnya). Roy sendiri sedang libur juga
karna Roy kebetulan bersekolah di salah satu SMK di kota Bima. (sombo la Roy re
wa,u ndadi dou Kota hehehehe) Roy mulai mencari informasi tentang Mawar dari
teman2 Mawar.
Suatu
malam selesai sholat taraweh bersama, Roy mulai menyeluarkan Jurus2 jitu Untuk
menjinakan Mawar. Roy mulai beraksi ketika melihat mawar….
Roy : Cewek bisa kenalan Gak???? (Tupa la
Roy re!! maklum siwe Lombok ti loana nggahi mbojo….!)
Mawar : Loani sa,e (sambil memberikan Senyum yang
paling manisss… palasi na loa nggahi mbojo hahahaee de…)
Roy : (dalam “hati palasi na loa nggahi
mbojo alae maja adeku eee”) nahuja ma lao oto aka uma mu ari gaga… (pergi
mendekati Mawar dan lansung mengulurkan tangan, sambil menyebut namanya “Roy”)
Mawar : “Mawar”
Roy : Ntika ja ngaramu arieeee,,,, cocok
labo ndaimu mantika to,i moci de…. Edaku nggomi sama labo edaku masa 24 karat
arie, de taho kancilo na…. (sarome kanari)
Mawar : Iyo makasi,,! (tersenyum malu) mai doho
aka uma ni aba, (sambil berjalan menuju Rumahnya)
Roy
akhirnya mengatar Mawar sampai di rumahnya, mereka duduk di teras depan rumah
dan mulai bercerita panjang lebar sampai akhirnya akrab. Waktu menunjukan Pukul
22.00 wite, Roy pun pamit pulang sama orang tua mawar.
Roy : Santabe ta mada ma dula wa,u (Suaranya
gemetaran saking gugupnya).
Orang
dalam Rumah : Iyo2 lembo ade anaee doho mpoa re…!!!
Roy : Iyo makasi ma mboto eeee mada dula wa,u
Asslamualaikum… (coro-coro ka sopan weki loaku roi ba dou)
Sepulangnya
dari rumah Mawar, Roy merasakan kebahagiaan yang belum pernah dirasakan
sebelumnya, hatinya seperti di penuhi bunga-bunga cinta yang sedang mekar (Lebay
jara cerita ke kwkwkwkw,,,,) Roy pun gak bias tidur terbayang2 rupa cantik dan
senyum manis sang penakluk hatinya.
Hari
demi hari telah berlalu Roy semakin akrab dengan Mawar, suatu malam Roy kembali
bertemu Mawar di tempat pemandian Umum (Lao Weha Oi aka Tembo/bak umum la mawar
cerita na re) Udah janjian selesai Sholat taraweh.
Roy : Mawar wa,u wara cea mu???? (Sambil senyum
malu2, Ole weki la Roy re).
Mawar : ma bau sodi ndede kaimu???? (Membalas
senyumnya Roy dan menatap Matanya Roy)
Roy : Wati ja bune-bune na ne??? Bune wara dou
ne,e mu nggomi ari ro????
Mawar : Wara ne……!
Roy : Cou dou ne,e mu ariee? wati cerita raumu
sa ndake ra aike!! (Tertuduk n menatap kosong, Ipi iha iu la roy de…. Bune ra bodo kancore ba Dou hahaha
patah hati wali sia re!!!!)
Mawar : Lembo ade sa,e bukannya gak mau cerita tapi
saya ga enak aja karna aba re gak pernah nanya se, sebenarnya saya suka ma
abank tapi saya tidak mau karna cinta ini, ntar ada yang tersakiti, saya minta
maaf ya bank,..! (pai ndake sara,a ku siwe ra mone ke, wara si cea re nggahi
kantiri lalo bune la Mawar ke kikikikikikik aman lalo dunia)
Roy : Iyo ti bune na, lagian aq yang salah
karena tdak pernah menanyakan hal itu,,, Nahu dula wa,u ya…..! (Lansung pulang
ke rumah, Aina ngoa dou ke Losa Oi mada la Roy sato’i hahahaha…. cukup kita aza
yang tau)
Sesampainya
di rumah Roy cukup terpukul dengan kenyataan yang terjdi, untuk kesekian
kalinya Roy gagal berpacaran. Roy pun mulai berpikir “Apakah aku jelek, Apakah
aku bodoh, Apakah aku miskin, berjuta-juta pertanyaan terlintas di pikiran nya
sampai2 Roy putus asa dan merasa kapok jantuh cinta. (Maklum mbuipu fiki sara
to,i na la Roy re, ampoja kelas 1 SMA).
Roy
berkata dalam hati: “ Alae kamade ra ruma ee bau si ndake kai na ke, de iha
iuku pata angi labo nggomi arieeee (sambil bate rero weki aka sari uma hahaha)
couku di kancara kai ba nahu wa,u si ndake na??? alaee wati du ca,u ku pata
angi labo siwe”
Semenjak
kejadian itu Roy tidak pernah berharap untuk mendapatkan cinta dari seorang
cewek, Roy pun hanya memfokuskan perjalanan hidupnya dengan satu tujuan menjadi
orang yang sukses dengan giat belajar, bekerja keras, terus berusaha dan
pantang mengerah itulah prinsip hidup yang dipegang teguh oleh Roy.
Suatu
ketika Tepatnya Bulan Desember 2002, Roy kembali menjalani liburan ke kampung,
saat itu Roy berbincang-bincang dengan saudara sepupunya Goly (juga Bukan nama
sebenarnya).
Goly : Alae cinaeee de bune haba???? wa,u ra
tamba gante dou ma sakola di kota mbojo,,,(sambil mngulurkan tangan bersalaman
dengan Roy)
Roy : Alhamdulillah tahompa ke cinaee, Mai
doho taara ke,,,, (sambil donggo kadera).
Mereka
berdua akhirnya ngobrol sambil ketawa-ketawa, (bade lalompa cerita ana Muda ne….!).
setelah lama ngobrol lewatlah Rani cewek yang pernah di taksir oleh Roy semasa SMP
dulu,
Roy : Wa,u ra nahe ntika la Rani kamanae alae bune ku loa kai ne,e
angi labo,…!!! Edaku ku la Rani kone ku da ngaha pidu nai na mbocu mpa ndai na
loko ku, (Roy masih menyimpan perasaan sayang sama Rani/ CLBK cerita na ke).
Goly : Deeee laina ne,e angi labo nggomi la
Rani.?? ringamu nahu haba ne,e angi labo nggomi wa,u, Nggara ndedesi ta lao aka
uma na pea sangadi, na ne,e aka nggomi andouka(katanya Goly dengan nada
meyakinkan).
Roy : Auku nggahi ndede kaimu??? Sama labo mbah
dukun nggomi ke bade raumu ade dou, dahu ade ku nahu eee tola ao deka ba la
Rani,
Maklum Rani termasuk golongan Gadis Paling
cantik di kampong selain itu Rani juga bersekolah di salah satu SMA ternama di
Kota Bima. (Sama sakola aka kota la Rani labo la Roy de).
Goly : Kade,e nahu ma carita wa,u na, awi na re
ra hako ba nahu la Rani,,,,
Dalam ceritanya
goly kemaren dia bertemu dengan Rani dan sempat bercanda-tawa:
Goly : Oee sa,e ma monca to,i moci ma maci sarome
bune gola dula mu ta be???(Lebay jara la Goly wali ake dohhoeee… Hmmmm)
Rani : Au???? Ne,e bade rero eee urusan dou!!!
(Maklum gadis cantik biasanya agak sombong hehehe)
Goly : Wara dou ma karongga salam (wunga ne,e
salaho na fu,u rangga)
Rani : Cou re????
Goly : La Roy (Maklum Roy juga termasuk Cowok
Ganteng Di kampung)
Rani : Poda ja ro??? (dengan nada penasaran)
Goly : Poda na ne,,,,
Rani
pun berlalu tanpa jawaban apa pun, sementara Goly melanjutkan Aktivitasnya.
Begitulah ceritanya kenapa Goly begitu yakin Kalo Rani suka sama Roy. Roy
sendiri penasaran apakah benar apa yang di katakan Goly, akhirnya dia
memutuskan sebentar malam untuk memberanikan diri ke rumah Rani.
Siang
itu Roy di landa perasaan gelisah dan terus memikirkan yang di ceritakan oleh
sepupunya, dalam hatinya bertanya-tanya benarkah Rani suka sama saya???? “Ahhh
mungkin aja benar, Nahu ke ganteng, taho adena, longa walire, pasti mboto dou
siwe mane,e na” Kata hatinya Roy. (Hahahahaha deee roi weki ndai sia reeee,
Ngaooooo…) Roy pun semakin yakin untuk pergi ke rumah Rani malam nanti.
Sehabis
sholat isya Roy mulai bersiap-siap mulai dari berpakaian yang rapi, memakai
wangi-wangian dan Roy pun gak lupa menyisir rambutnya. Berangkatlah Roy dengan
seorang temannya Ziko (masih tetap bukan nama sebenarnya) dan sampailah mereka
di depan rumahnya rani.
Roy : Asslamualakum…..
Waalakumsalam….
terdengar suara dari dalam rumah, ternyata yang keluar mamanya Rani. Sebut saja
tante Loni
Tante
Loni : Iyo cou ta kombi……????
Roy : Mada doho ta….. wara la Rani ta
kombi….????
Tante
Loni : Wara….! Mai doho mena ara
sarangge ke, Sambil memanggil Rani, “Rani…. Oeee Rani wara lenga doho mu ke”
Ranipun
keluar, begitu melihat bahwa yang datang adalah Roy dan Ziko, Rani kembali
masuk ke dalam rumahnya Roy kebetulan melihat hal itu. (Hahahaa Wa,u wali ra La Roy eeee ipi lalo
pede re) Roy dan Ziko pun hanya ngobrol sama Tante Yuni sementara Rani gak
keluar lagi. Entah apa yang dipikirkan oleh Rani sehingga dia seperti itu,
kembali hanya Allah Yang Maha Tau. Sedangkan Roy hanya manusia biasa yang gak
punya kemampuan untuk membaca pikiran orang lain.
Tante
Loni : Be ku la Rani ke???? Doho
Wa,u samporo,,
Tante
Loni pun kembali masuk kedalam rumahnya, beberapa saat kemudian keluar lagi dan
kembali duduk di tempat yang tadi.
Tante
Loni : Doho lembo ade mena ya…! La
Rani Wa,u ra maru, Rodu ba nahu ti tu,u rau na. mbora akaku andou labo wara
lenga na mai. Lembo ade mena ya…!
Roy : Iyo.. Tante wati bune na, nggara na maru
si aidu na rodu,,,: santabe ta mada doho ma dula wa,u tante” Dalam hati Roy
berkata “Bau ku ndake ncau kaina nasib nahu ke, percuma ka mengi weki kapili
tuta alaeeee???” (wati loaku bayangkan ihan iu la Roy de)
Tante
Loni : Iyo mai kento2 wali mena mpa
ya….!
nantikan kelanjutannya,,,,