Kabar
terbaru bagi anda yang menunggu dan sangat berharap menjadi seorang
abdi negara karena pemerintah akan membuka jalur penerimaan CPNS Umum.
Izin yang ditunggu untuk perlehatan penerimaan CPNS telah disahkan
pemerintah, dimana pada waktu sebelumnya pemerintah pusat dan daerah
masih menunggu dikeluarkannya izin prinsip tersebut. Di dalam izin
prinsip yang baru dikeluarkan tersebut Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara menyatakan bahwa pendaftaran CPNS akan dilakukan pada
bulan juli dan Test CPNS 2012 akan dilaksanakan pada bulan Agustus
Minggu ke 3.
Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (Wamen PAN-RB) Eko Prasojo mengatakan, pihaknya
telah menyetujui izin prinsip kuota formasi. Izin prinsip tersebut
ditetapkan untuk 17 instansi pemkab/pemkot, 3 instansi pemprov, dan 22
instansi pusat.
Kuota CPNS baru dari pelamar umum yang sudah
ditetapkan untuk instansi daerah adalah 1.904 kursi. Sedangkan untuk
instansi pusat adalah 11.733 kursi. Selain itu juga ada kuota CPNS baru
untuk seleksi ulangan di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, sebanyak 236
kursi. Jadi, total ada 13.873 kuota.
Kuota penerimaan CPNS 2012
didistribusikan untuk fomasi tenaga pendidik atau guru, tenaga
kesehatan, dan tenaga mendesak lainnya seperti sipir penjaga tahanan.
Selain itu, di instansi pusat juga dialokasikan untuk mengisi pos CPNS
ikatan dinas dan tenaga CPNS lainnya yang sekiranya dianggap
kebutuhannya mendesak dan memang diperlukan. Posisi atau pos pekerjaan
ini terbebas dari kebijakan moratorium CPNS baru.
Kemen PAN-RB
bersama konsorsium 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai membuka
pendaftaran CPNS baru formasi pelamar umum. "Rincian teknis akan kami
rapatkan besok (hari ini, red)," papar Eko. Di antara yang akan dirembuk
dengan konsorsium ini adalah teknis pembuatan soal ujian, pengadaan
soal, pengawasan, pelaksanaan, pemantauan, pemeriksaan naskah jawaban,
hingga pengumuman.
Hasil pengumuman CPNS tahun ini diambil alih
oleh panitia pusat. Yakni, Kemen PAN-RB dan konsorsium 10 PTN. Cara ini
merubah sistem lawas di mana pengumuman di pasrahkan ke setiap instansi
pusat maupun daerah. Sistem lama ini cenderung rawan manipulasi karena
instansi berpeluang merubah ketetapan hasil ujian.
Eko
mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur iming-iming calo. Meski
sudah membayar ratusan juta rupiah kepada calo atau pejabat, jika nilai
ujiannya rendah, tetap dinyatakan gugur. Pemerintah juga akan
menggandeng sejumlah LSM (lembaga swadaya masyarakat).
Keterlibatan LSM diharapkan mampu menekan kerawanan kolusi. Selama ini
banyak dugaan CPNS yang lulus adalah titipan dari kerabat pejabat atau
pejabat itu sendiri.
Eko juga berharap media masa ikut
mengontrol pelaksanaan seleksi CPNS. Dia mengatakan, seleksi CPNS ini
harus berjalan transparan. Pelamar dengan nilai bagus itu yang akan
lolos ujian.
sumber: LKIT.com
Berita Terkait :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar